Review sabun Palmolive halal atau haram?

ads

Sabun Palmolive itu halal atau haram sih? Apakah sabun juga harus bersertifikasi halal? Kali ini Read Beauty mencoba mengulas sabun cair yang termasuk salah satu sabun terlaris di marketplace. Ini bukan produk dari Indonesia, melainkan impor dari Thailand.

Kalau soal keamanan, sabun Palmolive telah mendapatkan izin edar dari BPOM. Jangan salah, meskipun skincare impor, mendaftarkannya ke BPOM adalah suatu keharusan supaya produk tersebut bisa dijual secara legal di Indonesia.

Meskipun di negara asalnya sudah punya izin edar dari lembaga terkait, kalau diedarkan di Indonesia harus ada izin dari BPOM. Hal ini juga berguna untuk memastikan agar produk tersebut diimpor secara resmi, dan produk tersebut benear-benar produk asli. Pasalnya, banyak skincare luar yang sebenarnya dari negara asalnya adalah produk yang aman, tetapi yang diimpor ke sini malah produk palsunya.

Namun, inti pembahasan postingan ini bukan seputar keamanan sabun Palmolive, melainkan kehalalannya. Saat saya sedang meriset kira-kira apa yang mau saya bahas di web ini, saya menemukan ide postingan ketika membaca kata kunci “sabun Palmolive halal atau haram”. Ternyata masih banyak yang peduli dengan halal haram skincare.

Pentingkah kehalalan sabun?
Kalau dipikir-pikir, buat apa mikirin halal haram sabun, emangnya itu sabun mau dimakan? Kan cuma dipakai di luar, nggak sampai ditelan. Ayo coba siapa yang berpikiran seperti itu? Padahal halal atau haram suatu produk itu tidak melulu untuk produk yang dimakan atau diminum lho.

Meskipun tidak dimakan, tetapi dalam penggunaannya bersentuhan dengan kulit, sehingga skincare juga perlu diperhatikan kehalalannya. Pasalnya, seringkali dalam pembuatan skincare ada produk yang berasal dari hewan. Contoh bahan hewani yang kerap kali digunakan dalam pembuatan skincare adalah collagen.

Kehalalan collagen bergantung dari mana hewan itu berasal, dan cara penyembelihannya. Kalau kolagen tersebut dari babi, maka jelas haram hukumnya. Kalau dari sapi, maka bergantung bagaimana sapi itu disembelih, apakah sesuai syariat Islam atau tidak. Sedangkan kalau kolagen tersebut dari tulang ikan, berarti halal.

Sebagai catatan, zat dalam pembuatan skincare yang berasal dari hewan tidak hanya kolagen saja, tetapi ada juga zat lainnya, seperti gliserin, dan sebagainya.

Apakah konsumen harus berpikir sejauh itu? Sebagai konsumen, tentunya tak perlu mencari tahu sampai sedetail itu. Indonesia mempunyai lembaga LPPOM MUI, yang merupakan lembaga pemeriksaan halal di Indonesia. Sebenarnya sudah ada regulasinya kalau produk-produk yang beredar di Indonesia harus bersertifikat halal, tak terkecuali sabun.

Label halal yang dicantumkan di kemasan produk tak boleh sembarangan. Hanya produk yang sudah mendapatkan sertifikat halal yang diperbolehkan mencantukan logo halal MUI. Seperti halnya izin edar dari BPOM, sertifikasi halal juga ada nomornya, sehingga bisa dicek kebenarannya apakah produk tersebut benar-benar sudah diperiksa kehalalannya atau belum.

Label halal di kemasan skincare juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan marketing. Salah satu contoh skincare yang menonjolkan tentang kehalalan produk dan terbukti sukses adalah Wardah.

Apakah sabun Palmolive halal atau haram?
Sabun Palmolive belum mendapatkan sertifikasi halal dari MUI. Namun, belum ada sertifikat halal bukan berarti produk tersebut haram. Hanya saja belum bisa dipastikan kehalalannya. Apalagi produk ini adalah produk impor.

Untuk mengecek apakah suatu produk sudah disertifikasi halal atau belum, kalian bisa kunjungi https://www.halalmui.org/. Silakan masukkan kata kunci “palmolive” di pencarian. Saat saya coba, tidak mencantumkan hasil, yang berarti sabun Palmolive belum mendapat sertifikasi halal dari MUI.

Demikian pembahasan tentang sabun Palmolive. Saya tidak mengatakan kalau produk ini haram, tetapi produk ini belum diperiksa kehalalannya oleh MUI. Jika kalian ragu, kalian bisa coba produk sejenis yang sudah ada label halalnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *