Review Cellarin penipuan? aman / bahaya? Buatan mana?

ads

Review cream Cellarin apakah aman? Krim ini dipromosikan sebagagi krim anti aging, katanya bisa bikin wajah tampak lebih muda. Bahkan dalam promosinya dibuka dengan cerita perempuan yang umurnya sudah tua, tetapi kelihatan lebih muda, katanya sih karena menggunakan cream ini. Apakah penipuan atau bukan?

Beragam cara dilakukan dalam berpromosi, tak terkecuali dengan menggunakan narasai cerita. Seperti halnya produk Cellarin ini. Halaman promosi dibuat seolah-olah itu adalah berita. Yang sering saya jumpai di halaman promosi Cellarin yaitu cerita seorang pria berusia 32 tahun yang kabur karena setelah melihat paspor calon istrinya, dia kaget karena calon istrinya sudah berusia 64 tahun. Dua kali lipat dari umurnya yah berarti.

Si pria bernama Dirga, dan si wanita bernama Vina. Katanya Vina mengaku berusia 29 tahun. Kenapa si pria begitu saja percaya? Karena wajah wanita tersebut tampak muda. Konon itu terjadi pada 3 Desember 2020 di Jakarta (tidak disebutkan daerah mana).

Memang sih kalau berita tentang calon pengantin yang kabur di hari pernikahannya, itu banyak. Tapi, saya tidak menemukan tentang Dirga yang katanya kaget karena mengetahui ternyata calon istrinya berusia 64 tahun. Yang jadi pertanyaan, kenapa kok pakainya paspor, bukan KTP.

Kemudian dilanjutkan wawancara antara Vina dengan reporter. Disebutkan kalau Vina membuat suatu produk, yaitu Cellarin. Jadi, kalau dalam cerita ini, bisa dibilang Vina adalah owner cream Cellarin. Itu berarti dia menggunakan produk milik dia sendiri. Kemudian ada juga dengan komentar dari seorang dokter yang bernama dr. Arthur Sudibyo. Lagi-lagi saya tidak bisa menemukan kebenarannya, apakah dokter ini memamng benar-benar ada, atau hanya sosok fiktif.

Namun, benarkah cerita ini? Promosi produk yang diawali dengan narasi cerita, entah itu katanya cerita tentang mahasiswa Indonesia yang menemukan suatu formula produk, atau lainnya, kemudian juga ada komentar dari dokter, seolah-olah tampak meyakinkan. Inti ceritanya sama, ujung-ujungnya promosi produk, yang biasanya harganya di atas Rp400.000. Adapun untuk cream Cellarin ini harganya Rp490.000, yang menurut saya termasuk mahal untuk sebuah harga krim wajah, apalagi katanya cream ini kan buatan dalam negeri. Kok bisa sih semahal itu?

Oke cukup ya bahas ceritanya. Saya mau bahas produknya. Silakan pahami pembahasan tentang cream Cellarin di artikel ini, kemudian kalian simpulkan kebenaran tentang cerita seorang pemuda yang terkejut karena calon istrinya yang tampak muda ternyata berusia 64 tahun. Saya sudah mencoba kebenaran tentang cerita ini di website berita. Karena logikanya, kalau cerita ini benar dan digunakan untuk promosi, harusnya ada dong web berita yang meliput cerita ini. Jika kalian menemukan link web berita yang membahas cerita ini, silakan tulis di kolom komentar.

Cellarin produk apa?
Cellarin merupakan cream anti aging, sehingga manfaat utamanya adalah untuk mencegah penuaan. Selain itu, cream ini juga diklaim dapat mencerahkan kulit, meningkatkan kolagen di kulit, mengencangkan kulit, dan menjadikan kulit tampak berkilau.

Nomor BPOM Cellarin
Ini penting untuk diperhatikan. Apalagi harga krim ini Rp490.000 per pot. Banyangkan kalau sudah beli mahal-mahal, tapi ternyata produk ini tidak ber-BPOM.

Nah, untuk cream Cellarin ini ternyata sudah terdaftar di BPOM. Ada dua produk dengan merk Cellarin yang terdaftar di BPOM, antara lain Cellarin Anti Aging Cream dengan nomor BPOM NA18202000253 yang diproduksi oleh PT Nose Herbal Indo, dan Cellarin Youth Aktivator Cream yang terdaftar di BPOM dengan nomor NA18200106972 dan diproduksi oleh PT Brigit Biofarma Teknologi.

Kedua perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang legal dan beralamat di Indonesia. Jadi, bisa disimpulkan kalau cream Cellarin bukan produk impor, melainkan buatan dalam negeri.

Apakah Cellarin aman?
Untuk keamanan tentang produk Cellarin sebenarnya tak masalah. Produk Cellarin sudah terdaftar di BPOM, sehingga sudah diperiksa keamanannya. Jadi, cream ini bukan termasuk salah satu cream yang berbahaya.

Adapun mengenai efek samping cream Cellarin, apabila timbul alergi setelah menggunakan cream ini, maka sebaiknya hentikan. Cream ini memang aman, tapi cream semahal apapun, kalau kulit tidak cocok juga sama saja.

Apa perbedaan Cellarin asli dan palsu?
Katanya sih ada Cellaring palsu. Namun, saya tidak menemukan informasi tentang perbandingan cream Cellarin asli dan palsu. Adapun untuk ciri-ciri cream Cellarin asli yaitu ada hologram bertuliskan BRIGIT, ada QR code BPOM yang mana sebenarnya ini untuk mengecek apakah produk itu terdaftar di BPOM atau tidak, bukan untuk mengecek keaslian produk.

Kemudian untuk botolnya menggunakan botol kaca bening. Cellarin dengan kemasan botol biru hijau sudah tidak beredar, katanya karena sudah dipalsukan. Entah benar atau tidak kalau ada cream Cellarin palsu. Kemudian di bawah botol terdapat keterangan berupa nomor BPOM, tanggal kedaluwarsa, dan nomor produksi. Adapun untuk krimnya berwarna putih dan memiliki aroma permen karet.

Apakah cream Cellarin penipuan?
Untuk menjawab pertanyaan ini, saya rasa pertanyaannya harus dipertegas lagi, maksudnya penipuan dalam hal apa, apakah produknya, promosinya, atau penjualnya. Kalau dari segi produknya, produk ini tak bermasalah, karena punya izin edar.

Adapun kalau untuk harganya, itu sih terserah penjualnya yah mau jual produk itu di harga tersebut. Kalau kalian keberatan dengan harganya, kalian bisa cari produk sejenis.

Adapun kalau penjualnya yang melakukan penipuan, misalnya ada orang yang sudah pesan cream Cellarin tapi pesanan tidak dikirim, maka itu masalahnya ada di penjualnya, bukan produknya. Kalau kalian mau beli cream Cellarin tapi takut dengan penipuan, kalian bisa membelinya lewat marketplace. Produk Cellarin juga dijual di Shopee, Tokopedia, dan marketplace lainnya.

Sedangkan untuk promosi cream Cellarin yang terkesan menggunakan narasi berlebihan, ini tergantung siapa sih yang berpromosi. Apakah dari pihak distributornya yang menggunakan gaya promosi seperti ini, ataukah para agen atau reseller-nya. Terlepas dari hal itu, jika kalian tertarik dengan suatu skincare, sebaiknya cari tahu dulu tentang produk tersebut, jangan mudah percaya dengan cerita dan testimoni suatu produk.

Bila perlu cari tahu informasi komposisi produk tersebut, kemudian cari tahu kegunaan masing-masing bahan yang terdapat dalam produk tersebut.

Cerita atau testimoni digunakan untuk menarik minat pembaca halaman promosi suatu produk. Karena yang namanya promosi itu dibuat semenarik mungkin, apalagi kalau tujuannya agar orang beli produk yang ditawarkan. Seringkali promosi dibumbui dengan kebohongan. Misal, seorang artis meng-endorse suatu produk pemutih, kemudian dia mengaku wajah dia putih karena pakai cream yang dipromosikan, padahal ternyata si artis itu pakai skincare lain.

Demikian ulasan tentang cream Cellarin. Apakah kalian tertarik mau membeli cream ini?  Atau punya pengalaman memakai cream Cellarin?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *