Kenali 5 Penyebab Perut Buncit Pada Wanita

Perut buncit adalah istilah yang mengacu pada membesarnya bagian perut bawah yang biasanya ditandai dengan bertambahnya ukuran pinggang. Jadi bukan hanya seluruh perut yang membesar seperti orang hamil, melainkan hanya pada bagian bawahnya saja. Perut buncit sering menimbulkan ketidaknyamanan dan bahkan rasa sakit. Bagi para wanita, pertambahan usia kerap diiringi dengan pertambahan ukuran pinggang.

Perut buncit kerap dialami pada perempuan yang berusia setengah baya. Jadi jika Anda merupakan wanita berumur sekitar 40 tahun, Anda bukan satu-satunya yang mempunya perut buncit. Bahkan banyak wanita yang tidak tampak gemuk juga dapat mempunyai perut buncit. Hal ini merupakan kondisi yang lazim terjadi. Pada saat usia bertambah, akan terjadi perubahan fisiologis yang salah satunya akan menyebabkan perut menjadi buncit.

Faktor Penyebab Perut Buncit

Kenali 5 Penyebab Perut Buncit Pada Wanita

1.Terlalu Banyak Konsumsi Makanan dan Minuman Manis

Terlalu banyak konsumsi makanan dan minuman manis akan menyebabkan perut buncit. Tanpa disadari, ternyata banyak orang yang mengonsumsi makanan dengan kadar gula dalam jumlah yang besar. Misalnya, pada pagi hari minum teh dengan gula, ngemil makanan manis pada waktu makan, dan minum es kopi dengan kandungan gula di siang hari.

Mengonsumsi kalori dengan minuman dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang diikuti “sugar crash”. Dan menyebabkan merasa lebih cepat lapar sehingga mencari minuman atau makanan lagi. Kondisi itu pada akhirnya akan membuat berat badan mudah naik dan menjadi salah satu penyebab dari perut buncit.

Dengan menghindari makanan dan minuman dengan kandungan gula yang tinggi memang baik. Tapi, bukan berarti wajib sepenuhnya untuk menghindari itu. Anda bisa menikmatinya sesekali dalam jumlah yang wajar. Hal terpenting yaitu membatasi makanan dan minuman manis, misalnya mengonsumsinya di acara-acara tertentu saja. Sebagai gantinya, minum air putih, teh atau kopi tanpa ada gula, dan mengonsumsi makanan yang utuh dan minim proses.

2.Kurang Gerak dan Terlalu Banyak Rebahan

Pola hidup yang kurang gerak merupakan salah satu faktor risiko terbesar penyebab perut buncit dan masalah kesehatan yang lainnya. Bahkan saat seseorang aktif secara fisik sekalipun, duduk yang terlalu lama bisa meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan dan kenaikan berat badan. Gaya hidup yang kurang gerak dan banyak rebahan ini dikaitkan secara langsung dengan peningkatan lemak viseral dan subkutan.

Peningkatan lemak tersebut yang pada akhirnya berkontribusi sebagai salah satu penyebab perut buncit. Jadi, maka cobalah secara rutin untuk melakukan aktivitas fisik dengan mengurangi waktu duduk. Sebuah studi telah mengungkapkan, orang-orang yang duduk lebih dari 8 jam dalam setiap hari mempunyai risiko peningkatan obesitas dengan sebesar 62%. Jika dibandingkan dengan mereka yang duduk kurang dari 4 jam pada setiap hari.

Untuk orang dewasa umum, usahakan untuk melakukan aktivitas fisik selama 150 menit aktivitas fisik aerobik sedang dan 75 menit aktivitas berat per minggu. Selain itu, batasi juga dalam pola hidup banyak duduk. Misalnya, dengan berdiri di setiap 30-90 menit duduk dan jalan kaki dengan selama 5-10 menit di periode tersebut.

3.Terlalu Banyak Konsumsi Lemak Trans

Lemak trans merupakan salah satu jenis lemak yang paling tidak sehat yang dapat menjadi penyebab perut buncit. Sebagian kecil lemak trans ini terjadi di alam. Namun jenis lemak ini dibuat dengan menambahkan hidrogen ke lemak tidak jenuh untuk membuatnya menjadi lebih stabil dan memungkinkannya menjadi padat di suhu kamar.

Lemak trans banyak digunakan pada produk yang dipanggang dan makanan kemasan untuk pengganti mentega. Lemak trans juga terbukti dapat menyebabkan peradangan, yang bisa menyebabkan resistensi insulin, penyakit jantung, jenis kanker tertentu, dan beragam penyakit lainnya.

4.Kurangnya Konsumsi Protein

Kekurangan dalam konsumsi protein juga bisa menjadi salah satu penyebab munculnya perut buncit. Diet yang tinggi protein bisa membantu mencegah kenaikan berat badan dan meningkatkan rasa kenyang. Sebab, protein akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dicerna jika dibandingkan dengan makronutrien lainnya. Protein juga telah mendukung perbaikan dan pertumbuhan otot, yang berkontribusi dengan metabolisme tubuh yang lebih tinggi.

Selain itu, mengonsumsi protein juga bisa menyebabkan lebih banyak kalori yang terbakar. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang banyak mengonsumsi protein dalam jumlah besar mempunyai risiko perut buncit lebih kecil jika dibandingkan dengan orang-orang yang mengonsumsi protein dengan jumlah sedikit. Beberapa makanan yang kaya sumber protein tinggi antara lain daging tanpa lemak, tahu, telur, unggas, kacang-kacangan, dan lentil.

5.Kurang Tidur

Banyak begadang di malam hari juga menjadi salah satu penyebab munculnya perut buncit. Ada banyak studi yang telah mengaitkan bahwa tidur yang tidak berkualitas akan memicu kenaikan berat badan. Termasuk menjadi salah satu penyebab dari perut buncit. Karena, kurang tidur kerap memicu perilaku yang tidak sehat, seperti makan makanan yang tinggi kalori dan tidak melakukan aktivitas fisik karena tubuh merasa lemas dan kelelahan.

Selain itu, gangguan tidur juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Salah satu gangguan tidur yang paling umum terjadi yaitu sleep apnea. Sleep apnea ini bisa membuat napas seseorang menjadi berhenti secara berulang pada malam hari karena jaringan lunak di tenggorokan yang menghalangi jalan napas. Kurang tidur dan kenaikan berat badan akan menghadirkan skenario yang mirip dengan ayam dan telur. Sebab, kurang tidur akan berkontribusi terhadap kenaikan berat badan, tetapi Indeks Massa Tubuh (BMI) yang tinggi juga bisa menyebabkan gangguan tidur.

Leave a Reply

Your email address will not be published.