Bagaimana Cara Mencukur Bulu Kemaluan yang Sehat ? Berikut Ini Caranya !

Mencukur bulu kemaluan tidak seperti Anda mencukur bulu dikaki dan tangan Anda. Dalam mencukur bulu kemaluan membutuhkan lebih banyak kesabaran dan perhatian yang karena area genital terbilang sangat sensitif. Berikut ini merupakan beberapa alat yang harus disiapkan sebelum mulai mencukur atau memotong bulu kemaluan:

  • 1 buah sisir,
  • 1 buah gunting kecil,
  • Alat cukur manual dengan bentuk kepala berlekuk (pivoting razor),
  • Krim atau gel cukur, jangan menggunakan sabun,
  • Secukupnya minyak cukur (tanpa parfum),
  • Pelembap biasa (tanpa pewangi), atau gel lidah buaya

Sangat penting untuk diperhatikan, sebaiknya Anda harus membedakan peralatan cukur bulu kemaluan dengan peralatan cukur rambut tubuh lainnya. Hal ini karena adanya bakteri dan ragi tertentu yang hidup pada area selangkangan Anda.

Jika peralatan cukur untuk bulu kemaluan dan rambut pada bagian tubuh lain digunakan secara bersamaan maka bakteri dan ragi pada area kemaluan bisa menyebabkan jamur, seperti kurap atau kadas, yang menyebar. Anda juga wajib mengetahui bahwa langkah-langkah untuk mencukur bulu kemaluan untuk pria dan wanita tidak jauh berbeda.

Cara Mencukur Bulu Kemaluan yang Sehat

Bagaimana Cara Mencukur Bulu Kemaluan yang Sehat ? Berikut Ini Caranya !

Berikut ini beberapa cara mencukur bulu kemaluan yang sehat :

1.Pangkas Rambut Kemaluan Lebih Dulu Menggunakan Gunting Kecil

Bulu kemaluan mempunyai tekstur yang lebih kasar, tebal dan cenderung keriting. Ketika Anda mencukur bulu yang panjang dan keriting ini, mata pisau cukur akan menarik batang rambut kemaluan. Hal ini akan memudahkan bulu kemaluan untuk tumbuh kembali ke dalam kulit sehingga dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

Selain itu, terburu-buru dalam bercukur juga bisa menyebabkan luka cukur, gatal, dan rambut kesat (stubble). Oleh karena itu, cara yang disarankan yaitu dengan memotong rambut kemaluan terlebih dahulu sebelum Anda mencukur dengan menggunakan razor. Sebelum Anda mulai untuk memangkas, gosok gunting Anda dengan menggunakan alkohol untuk mensterilkan mata pisaunya.

Pangkas rambut kemaluan dengan hati-hati dan sebaiknya Anda jangan sampai menyentuh permukaan kulit. Pastikan jika Anda telah menyisakan sedikit batang rambut, sekitar 0,5 sentimeter (cm), hal ini dilakukan untuk memudahkan ketika bercukur nanti. Langkah ini juga sekaligus dapat menghindari potensi rambut yang akan bertumbuh ke dalam.

2.Awali Dengan Mandi Menggunakan Air Hangat

Anda tidak disarankan untuk mencukur bulu kemaluan Anda dalam keadaan kering. Awali dengan menggunakan mandi air hangat dengan tujuan untuk membuat proses bercukur Anda lebih mudah dan menghindari Anda dari risiko terjadinya luka gores.

Suhu hangat ketika Anda mandi memungkinkan kulit Anda untuk melunak dan akan meluruhkan minyak dan kotoran yang menempel.

Selain itu, air secara alami akan bertindak sebagai pelumas untuk melemaskan folikel rambut kemaluan dan mencegah rambut menjadi tertarik ketika bercukur. Selanjutnya, keringkan lalu tunggu beberapa menit untuk membiarkan kulit pulih.

3.Oleskan Minyak Cukur Secukupnya

Minyak dapat melembapkan kulit dan menciptakan lapisan penghalang. Dengan demikian, pisau cukur akan lebih mudah untuk digunakan. Pada sisi lain, minyak cukur dapat membantu untuk mencegah timbulnya ruam merah akibat dari bercukur, iritasi, dan rambut tumbuh ke dalam.

4.Oleskan Gel atau Krim Cukur

Pastikan kulit Anda dalam kondisi yang lembap, tetapi tidak terlalu basah. Jika Anda mempunyai kuas cukur, oleskan krim atau gel cukur dalam gerakan yang melingkar. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengangkat rambut dan mendapatkan hasil cukur yang lebih presisi. Gunakan tangan Anda untuk melakukan langkah ke empat ini dan tidak perlu menggunakan kuas.

5.Mulai Untuk Bercukur

Arahkan pisau cukur Anda searah dengan jalur pertumbuhan rambut kemaluan, jangan melawan arus. Anda disarankan untuk melakukan langkah ini dengan menghadap kaca dan cahaya ruang yang terang.

Gunakan tangan Anda yang tidak dominan agar menarik kulit genitalia sampai tegang. Cukur bulu kemaluan Anda dengan perlahan dan hindari terlalu menekan pisau cukur Anda. Hal ini akan membantu Anda untuk menghindari rambut kesat (stubble) dan rambut Anda bertumbuh ke dalam.

Metode ini juga dapat mengurangi risiko iritasi dan bintil merah karena mata pisau tidak akan menarik rambut ke arah yang berlawanan. Bilas dengan bersih alat cukur Anda setiap kali selesai dalam satu kali usapan dan sebelum memulai bercukur kembali. Namun, pastikan Anda tidak mencukur pada area yang sama dengan terlalu sering.

6.Bilas Sampai Bersih

Setelah Anda mencukur bulu kemaluan dengan bersih, bilas area genitalia agar menghapus sisa-sisa krim cukur yang berguna untuk menghindari gatal-gatal. Keringkan dengan benar-benar kering pada area organ intim, kemudian tepuk-tepuk dengan handuk bersih tetapi jangan sampai digosok.

7.Mengoleskan Pelembab

Anda bisa mencegah gatal dan iritasi dengan cara mengaplikasikan after-shave lotion atau pelembap biasa tanpa mengandung parfum.

Hal ini karena parfum dapat berisiko mengiritasi kulit Anda. Pilih produk pelembap yang telah mengandung lidah buaya atau gunakan gel lidah buaya. Lidah buaya dapat bersifat menyembuhkan sehingga mampu membantu mengurangi sensasi gatal dan iritasi.

Manfaat Bercukur

Bagaimana Cara Mencukur Bulu Kemaluan yang Sehat ? Berikut Ini Caranya !

Mencukur bulu kemaluan bisa untuk memberikan manfaat karena dapat membantu Anda untuk mengurangi jumlah bulu yang lebat dan terasa mengganggu. Anda juga mungkin akan merasa lebih percaya diri ketika berhubungan intim setelah kemaluan Anda bersih dari rambut.

Namun sebenarnya, meski membuat Anda merasa lebih nyaman dan percaya diri, mencukur bulu pada area genital juga dapat menghilangkan fungsinya untuk kesehatan organ intim. Hal ini perlu menjadi pertimbangan Anda sebelum Anda memutuskan untuk mencukur bulu atau rambut kemaluan.

Ketika bulu kemaluan Anda dicukur, lapisan kulit pada area miss V yang halus dan sensitif tidak lagi terlindungi dari gesekan ketika berhubungan seksual. Miss V juga akan lebih rentan terkena infeksi karena tidak penghalang untuk masuknya mikroba.

Leave a Reply

Your email address will not be published.