6 Rekomendasi Jenis Salep Alergi Kulit Gatal dan Merah

Meski tersedia banyak di pasaran, salep gatal pada kulit tidak boleh digunakan sembarangan, karena setiap gatal mempunyai kegunaan yang berbeda-beda. Agar Anda tidak salah langkah, maka pahami perbedaan pada setiap jenis salep gatal dan kondisi yang bisa ditanganinya.

Kulit gatal dapat disebabkan karena banyak hal, mulai dari eksim, alergi, infeksi parasit seperti kudis, gigitan atau sengatan serangga, sampai infeksi jamur. Maka dari itu, Anda harus paham pada jenis salep gatal dan apa yang harus Anda gunakan untuk mengatasinya.

Jenis Salep Alergi Kulit Gatal dan Merah

6 Rekomendasi Jenis Salep Alergi Kulit Gatal dan Merah

Meski mempunyai tujuan yang sama untuk menghilangkan gatal, tapi penggunaan pada beragam salep gatal juga perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Hal itu karena gatal pada umumnya hanyalah sebuah gejala dari suatu kondisi kesehatan atau penyakit tertentu.

Untuk itu, jika Anda mengalami gatal yang terasa mengganggu, maka dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter. Tujuannya agar dokter bisa memeriksa keluhan Anda dan bisa menentukan penyebabnya. Dengan demikian dokter bisa memberikan penanganan yang tepat.

Berikut ini adalah 6 jenis salep gatal dan kondisi yang harus ditanganinya:

1.Hydrocortisone

Salep hidrokortison ini digunakan untuk mengobati penyakit kulit kemerahan, bengkak, gatal, dan ketidaknyamanan pada kulit tubuh. Hidrokortison ini termasuk dalam salah satu kelas obat kortikosteroid. Cara kerja salep ini adalah untuk mengaktifkan zat alami pada kulit untuk mengurangi kemerahan, pembengkakan,  dan rasa gatal.

Obat ini sangat aman digunakan untuk mengatasi rasa gatal di kulit akibat gigitan dari ruam popok, serangga, eksim, atau psoriasis. Biasanya, dokter merekomendasikan salep dengan dibekali kandungan 1% hidrokortison. Anda tidak dianjurkan untuk menggunakan salep hidrokortison ini tanpa adanya resep dokter dan pemakaian selama lebih dari dua minggu.

Pasalnya, pemakaian salep hidrokortison dengan jangka waktu yang terlalu lama bisa menipiskan lapisan kulit dan dapat membuatnya menjadi lebih gatal. Penggunaan salep ini juga tidak disarankan untuk area vagina, jari kaki, dan pangkal paha.

2.Calamine

Jika Anda tidak bisa menggunakan salep hidrokortison, Anda dapat beralih ke losion dengan kandungan calamine. Meskipun tidak populer seperti hidrokortison losion calamine ini terbukti sangat efektif. Losion calamine yang mengandung campuran oksida besi dan oksida seng yang cukup efektif untuk menghilangkan rasa gatal dan mengeringkan ruam yang melepuh.

Pada saat dioleskan di area kulit yang gatal, obat ini akan menimbulkan sensasi dingin sehingga rasa gatal akan menjadi berkurang. Biasanya calamine ini direkomendasikan jika rasa gatal yang diakibatkan oleh poison ivy, gigitan serangga, atau iritasi ringan pada kulit.

Efek penggunaan obat ini bisa dirasakan setelah obat salep ini dioleskan ke kulit. Jika selama 7 hari penggunaan kondisi kulit tidak kunjung membaik, sebaiknya Anda beralih untuk menggunakan salep gatal lain yang lebih ampuh dan konsultasi lebih lanjut ke dokter.

3.Miconazole

Salep gatal ini dapat digunakan untuk mengobati kurap (infeksi kulit jamur yang dapat menyebabkan ruam bersisik merah di bagian tubuh), tinea cruris (infeksi jamur di kulit selangkangan atau bokong), dan kutu air

Miconazole ini termasuk dalam kelas obat antijamur yang bisa disebut dengan imidazol. Cara kerjanya juga mampu menghentikan pertumbuhan jamur yang akan menyebabkan infeksi.

Jadi, obat ini khusus digunakan untuk mengatasi gatal yang disebabkan karena infeksi jamur. Jika penyebabnya bukan infeksi jamur, obat ini tidak akan direkomendasikan. Apa pun jenis krim dan salep yang Anda pilih untuk mengobati gatal, sebelumnya Anda harus mendiskusikannya dengan dokter spesialis kulit agar salep yang digunakan tidak menimbulkan efek samping yang serius.

4.Crotamiton

Kulit gatal yang diakibatkan iritasi ataupun kudis (infeksi akibat tungau) dapat diobati menggunakan salep yang mengandung crotamiton. Obat ini bekerja dengan cara membunuh tungau yang dapat menyebabkan kudis dan dapat membantu mengurangi rasa gatal.

Menurut situs Cleveland Clinic, Anda dapat menggunakan obat ini secara rutin setelah mandi. Oleskan salep Crotamiton ke kulit dari dagu sampai ke jari kaki termasuk pada lipatan dan lipatan kulit. Jangan lupa, Anda harus memotong kuku lebih dahulu sebelum menggunakan salep ini. Salep ini harus dioleskan kembali setelah jangka waktu 24 jam penggunaan pertama.

Seprai, pakaian, dan selimut yang digunakan untuk tidur juga harus diganti. Setelah 24 jam, Anda wajib membersihkan kulit dan mandi. Tahapan perawatan dapat saja berbeda, tergantung pada arahan yang dokter berikan.

5.Diphenhydramine

Salep kulit gatal yang dapat menjadi andalan Anda yang selanjutnya adalah diphenhydramine. Sebenarnya, salep ini digunakan untuk mengatasi banyak gejala alergi. Pada saat alergi terjadi, hidung akan menjadi gatal sehingga akan terus bersin. Bisa juga akan menyebabkan kulit gatal-gatal dan akhirnya akan timbul ruam merah.

Obat yang dikenal dengan sebutan salep antihistamin ini mampu bekerja dengan menghalangi efek gatal histamin, senyawa yang telah diproduksi di kulit selama reaksi alergi. Berdasarkan dengan cara kerjanya ini, penggunaan salep ini akan lebih direkomendasikan untuk mengatasi gatal yang berkaitan dengan alergi.

Namun di beberapa kasus, bisa juga digunakan sebagai salep yang mampu mengatasi masalah kulit akibat dari sengatan matahari, gigitan serangga, dan iritasi kulit ringan.

6.Kenacort-A

Kenacort-A ini merupakan salah satu obat gatal kortikosteroid dalam bentuk topikal dan cream sehingga mudah untuk digunakan. Selain itu, salep ini mampu menghilangkan gatal pada kulit, oleskan obat dalam 2 – 3 kali per hari di area yang gatal lalu gosok dengan lembut. Untuk mencegah adanya komplikasi, obat gatal Kenacort-A ini harus dibeli menggunakan resep dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published.