10 Penyebab Gatal di Bokong yang Tak Kunjung Sembuh

Read Beauty – Pernahkah Anda merasakan bokong gatal yang tak kunjung sembuh? Masalah ini tentu akan sangat menjengkelkan karena gatal yang dialami tidak tertahankan. Apalagi jika rasa gatal yang dialami ada di area anus yang sulit untuk dijangkau.

Selain bisa membuat Anda merasa tidak nyaman, rasa gatal di bokong yang tak kunjung sembuh juga dapat mengganggu aktivitas. Kondisi tersebut bisa muncul secara tiba-tiba, dan berpotensi menjadi bertambah parah jika Anda menggaruknya.

Penyebab Gatal di Bokong Tak Kunjung Sembuh?

10 Penyebab Gatal di Bokong yang Tak Kunjung Sembuh

Ada beragam penyebab bokong terasa gatal, mulai dari kebersihan bokong dan anus yang buruk dan dikarenakan penyakit tertentu. Berikut ini adalah penyebab gatal pada bokong yang mungkin terjadi :

1. Cacing Kremi

Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa bokong yang gatal bisa disebabkan oleh cacing kremi. Hal tersebut terjadi saat Anda menelan dan menghirup telur cacing kecil dari makanan dan benda yang terkontaminasi.

Gatal biasanya terjadi di malam hari saat cacing betina bertelur pada sekitar anus. Cacing kremi akan terlihat layaknya potongan benang yang berwarna putih dan mungkin akan Anda keluarkan saat BAB.

2. Konsumsi Makanan Secara Berlebihan

Konsumsi makanan tertentu secara berlebihan juga bisa mengendurkan otot-otot dubur sehingga dapat membuat Anda diare atau mengeluarkan sedikit feses dari dubur.

Kondisi ini bisa menyebabkan rasa gatal bahkan bisa iritasi pada bokong. Adapun makanan tersebut diantaranya yaitu coklat, kopi, teh, kacang, makanan pedas,  dan buah jeruk.

3. Tidak Membersihkan Bokong dan Anus dengan Benar

Anus adalah bagian bokong yang rentan terhadap rasa gatal. Tidak membersihkan anus dengan benar setelah melakukan buang air besar dapat menyebabkan feses atau bakteri menempel di lubang anus sehingga akan menyebabkan rasa gatal dan terbakar.

Menyeka bokong yang terlalu keras memakai tisu juga bisa menyebabkan gatal, atau bahkan bisa memperburuk masalah tersebut. Jika terus-menerus digaruk, hal ini bisa memicu terjadinya iritasi.

4. Celana Dalam yang Tidak Sesuai dengan Ukurannya

Jika Anda memakai celana dalam yang ketat dan terbuat dari kain sintetis, maka celana dalam tersebut akan menjadi lembap dan memicu rasa gatal pada bokong.

Sebab, bahan celana dalam yang terbuat dari kain sintesis tidak mampu menyerap keringat dengan baik. Jarang mengganti celana dalam setelah lembap juga bisa menyebabkan rasa gatal di selangkangan dan bokong.

5. Kudis (skabies)

Tungau kecil yang bernama Sarcoptes scabiei bisa menyebabkan ruam yang akan terasa gatal, termasuk pada bokong. Tungau ini nantinya akan menggali ke dalam lapisan atas kulit sehingga akan menyebabkan kudis. Kondisi ini biasanya bisa didapat dari kontak kulit ke kulit, penggunaan benda bersama, dan bisa menyebar dengan cepat ke orang yang berdekatan.

6. Infeksi

Tidak hanya pada organ vagina, infeksi jamur juga mungkin akan terjadi pada anus sehingga dapat menyebabkan bokong terasa gatal dan timbul ruam bersisik yang berwarna putih. Beberapa jenis bakteri juga dapat mengakibatkan infeksi pada anus yang bisa memicu munculnya ruam merah dan rasa gatal di sekitar bokong.

7. Kutil Dubur

Kutil dubur yang disebabkan karena adanya virus HPV (Human Papillomavirus) juga dapat menimbulkan bokong terasa gatal. Kondisi ini bisa menyebar hingga ke alat kelamin para penderitanya. Jika tidak ditangani dengan benar dan tepat, kutil akan semakin banyak dan membesar.

8. Wasir

Wasir merupakan pembengkakan pembuluh darah yang ada di sekitar anus yang bisa menyebabkan rasa gatal, rasa nyeri, dan sensasi terbakar di bokong. Kondisi ini bisa dipicu karena terlalu keras mengejan atau tekanan rahim dalam kehamilan.

9. Adanya Luka dalam Anus

Adanya luka dalam anus, baik luka kecil ataupun besar, bisa menyebabkan rasa gatal dan rasa nyeri. Luka tersebut pada umumnya terjadi karena terkena sembelit yang membuat feses mengeras, diare kronis, dan munculnya penyakit radang usus.

10. Psoriasis

Meski psoriasis ini lebih sering terjadi pada bagian siku dan lutut, namun kondisi ini juga bisa terjadi pada kulit sekitar bokong. Psoriasis dapat menyebabkan munculnya ruam merah yang tidak bersisik, namun akan sangat gatal. Penyakit lainnya, seperti herpes atau folikulitis, eksim, juga bisa menyebabkan rasa gatal pada kulit bokong.

Cara Mengatasi Rasa Gatal di Bokong yang Tak Kunjung Sembuh

10 Penyebab Gatal di Bokong yang Tak Kunjung Sembuh

Anda harus menahan diri untuk tidak menggaruk bokong yang gatal karena hal tersebut akan memperburuk keadaan dan akan menimbulkan masalah lainnya, seperti iritasi dan peradangan. Untuk bisa mengatasi bokong yang gatal, ada hal yang bisa Anda lakukan, di antaranya adalah:

  • Keringkan bokong secara menyeluruh setelah mandi atau BAB
  • Hindari memakai produk mandi yang mengandung pewangi dan pewarna karena bisa semakin memperburuk rasa gatal
  • Pakai tisu toilet yang tidak mengandung pewarna dan pemutih yang kasar
  • Mengoleskan petroleum jelly di area bokong yang gatal
  • Membersihkan bokong memakai air dan handuk yang lembut
  • Bersihkan anus dengan tepat dan benar setelah BAB, dan pastikan tidak ada feses yang menempel
  • Gunakan pakaian dalam bahan katun yang tidak ketat
  • Rutin mengganti pakaian dalam minimal selama dua kali sehari
  • Hindari konsumsi makanan yang bisa memperparah pantat gatal
  • Oleskan krim topikal, seperti krim hidrokortison dan krim capsaicin, untuk meredakan rasa gatal pada bokong.

Jika rasa gatal tak kunjung menghilang dan disertai dengan gejala lain, sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang benar dan tepat. Jika bokong gatal disebabkan karena infeksi, dokter mungkin akan meresepkan obat gatal antibakteri, antijamur, atau antiparasit.

Salep steroid juga mungkin bisa mengurangi rasa gatal dan peradangan yang disebabkan karena penyakit kulit. Sementara wasir juga memerlukan perawatan khusus untuk menghilangkannya. Selalu konsultasikan ke dokter mengenai perawatan yang sebaiknya Anda lakukan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.